LATAR BELAKANG
Audit atau pemeriksaan dalam
arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau
produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak
memihak, yang disebut auditor. Tujuannya adalah
untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau
berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan
diterima.
Dalam audit,
dikenal juga istilah audit komunikasi. Istilah audit komunikasi diperkenalkan
oleh George Odiorne (1954). Dengan menggunakan istilah audit itu, ia hendak
menunjukkan bahwa proses-proses komunikasi bagaimanapun dapat diperiksa,
dievaluasi dan diukur secara cermat dan sistematik sebagaimana halnya dengan
catatan-catatan keuangan. Kegiatan-kegiatan komunikasi sebagai pelaksanaan dari
sistem komunikasi ataupun program komunikasi khusus dapat diukur, sehingga
kualitas dan kinerja ekesekutif, pejabat dan staf komunikasi dapat diketahui
dan bila diperlukan dapat diperbaiki secara sistematik. Audit komunikasi adalah
kajian mendalam dan menyeluruh tentang pelaksanaan sistem komunikasi
keorganisasian yang mempunyai tujuan meningkatakan efektivitas organisasi.
Audit komunikasi itu tersendiri terbagi atas beberapa bagian, antara lain yaitu
teknik wawancara auditor. Dalam makalah ini akan membahas mengenai teknik
wawancara auditor, bagaimana teknik-tekniknya dan apa saja pengaruh yang
diberikan dari teknik wawancara auditor tersebut.Adapun tujuan dari audit
komunikasi secara terperinci adalah :
- Menetukan lokasi dimana kelebihan muatan informasi ataupun kekurangan muatan informasi terjadi, berkaitan dengan topik, sumber, dan saluran komunikasi tertentu.
- Menilai kualitas komunikasi yang dikomunikasikan.
- Mengukur kualitas hubungan komunikasi, secara khusus mengukur sejauh mana kepercayaan antarpribadi, dukungan, keramahan, dan kepuasan kerja karyawan secara keseluruhan.
- Mengenali kategori dan contoh pengalaman atau peristiwa komunikasi yang tergolong positif maupun negatif.
- Memberikan rekomendasi tentang perubahan ataupun perbaikan yang perlu dilakukan berkaitan dengan sikap, perilaku, praktek kebiasaan dan keterampilan yang didasarkan atas hasil analisis audit komunikasi.
- Mengenali jaringan-jaringan yang aktif untuk desas desus, pesan social dan pesan kedinasan, kemudian dibandingkan dengan jaringan komunikasi resmi atau yang dibentuk sesuai dengan bagan organisasi.
- Mengenali sumber sumber kemacetan (bottleneck) arus informasi dan para penyaring informasi (gatekeeper) dengan membandingkan peran peran komunikasi dalam praktek, seperti penyendiri (isolate), penghubung (liaison), anggota kelompok (group member) dan peran-peran yang seharusnya sebagaimana diharapkan oleh bagan organisasi dan bagan tugas.
Dalam Audit
komunikasi, terdapat tahapan-tahapan yang dilakukan antara lain :
- Pencarian fakta, contohnya kita
harus mencari fakta berapa persen karyawan yang puas, berapa persen
karyawan yang tidak puas, dari sekian persen nilai yang ada.
- Analisis, kita juga harus
menganalisa apa penyebab hal itu terjadi, misalnya 70% karyawan tidak
puas, hal itu harus kita analisa apa yang menjadi penyebabnya, bisa saja
terjadi karena buruknya komunikasi, atau tidak ada kejujuran dan
keterbukaan, atau hal-hal yang lainnya.
- Evaluasi dan pelaporan, harus
adanya saran dan rekomensi.
Untuk mendownload makalahnya, silahkan
klik disini
Comments
Post a Comment